SOSIAL BUDAYA

Kebudayaan masyarakat Desa Wanoja, awalnya masih dalam pengaruh agama Hindu yang berakulturasi dengan Islam. Apabila akan mengadakan suatu kegiatan masih diawali dengan membakar kemenyan dan menaruh sesajen untuk para wanga tua (orang-orang yang sudah meninggal/nenek moyang). Seperti upacara Nyalin dilakukan apabila panen akan segera tiba. Biasanya lima hari sebelum panen dimulai para petani mencari hari baik kemudian mengantarkan sesaji berupa bubur merah, bubur putih dan kawan-kawannya ke sawah. Selain itu, acara yang biasa dilaksanakan di desa ini adalah Sidekah Bumi. Sidekah Bumi ini, adalah acara milik semua warga yang berkumpul di masjid atau di lapangan dan kemudian makan bersama-sama sebagai ungkapan rasa syukur.

Adapula Nganteuran Bada Puasa yang biasanya kegiatan ini diwarnai acara kirim mengirim makanan dari yang muda ke yang lebih tua. Jika diwilayah lain itu mengantarkan parcel, namun lain halnya di daerah ini. Makanan yang di antar biasanya berupa makanan yang sudah dimasak. Acara ini berguna untuk menjalin silaturahmi dengan tetangga-tetangga dan saudara yang lebih tua.

Kebudayaan selanjutnya adalah Ngarayaan. Ini merupakan acaranya kaum muda mudi yang diawali dengan proses apel malam idul fitri, yang kemudian dilanjutkan dengan pengiriman makanan dari kaum mudi ke kaum muda yang menjalin ikatan cinta. Makanan itu tidak diberikan begitu saja, namun dibeli oleh orang tua kaum muda. Makna dari kebudayaan tersebut adalah, wanita akan menyajikan makanan dan lelaki yang memberikan nafkah. Kesenian yang ada di desa ini umumnya sama dengan wilayah-wilayah lain di kecamatan Salem, seperti calung, wayang golek dan orgen tunggal. Ada pula dhog dhog kaliwon yang sudah punah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*